Kunci jawaban fisika kelas 2 sma

kunci jawaban fisika – Wanita yang sangat kucintai ini sempat dirawat inap akibat keguguran pada kelahirannya yang ketiga. Karena masih mengalami pendarahan, dia kulihat sering keluar masuk kamar mandi yang terletakdl pinggir sungai samping rumah kami. Kamar mandi ini berdinding bilik bambu tanpa atap di atasnya. Beberapa hari setelah kepulangan isteriku dari rumah sakit, malamnya aku mendapat giliran ronda. Ketika aku sedang asyik ngobrol dengan beberapa teman lainnya, mendadak. terlihat ada segumpal cahaya merah seukuran ikatan sapu lidi dari arah puncak bukit. Aku tertarik melihat penampakan ini karena cahaya aneh itu melunCUr deras ke arah rumahku. Sepertinya, cahaya itu turun’dan masuk ke dalam sumur. Melihat keanehan ini, hatiku langsung tidak tenang dan agak cemas. Jantungku berdegup kencang sebab rasa khawatir menyelinap dalam dada begitu menyadari bahwa saat itu aku meninggalkan isteriku yang belum pulih kesehatannya di rumah bersama dua orang anak-anak kami yang masih kecil.

Daftar kunci jawaban fisika

fisika
fisika

Untuk menyelidiki fenomena aneh tersebut, aku bersama dua orang petugas ronda bergegas menuju cahaya tadi menghilang. Begitu tiba di sana, alangkah kagetnya kami menyaksikan banyaknya ular-ular seukuran belut sawah. Yang membuat kami nyaris terkencing-kencing, ternyata gerombolan ular ini bertaut pada sepotong kepala perempuan. Ular-ular yang panjangnya kurang lebih 70 cm kemudian berkeliaran di seputar sumur. Mereka saling berebut merubimgi celana dalam isteriku yang siang tadi mungkin lupa dicuci akibat keletihan. Cukup lama aku dan dua’rekanku melihat keanehan ini. Kami terkesima seperti laiknya orang terkena sihir. Hawa mistis memang menyungkupi suasana malam itu. Kami masih terpana ketika ularlular itu lenyap begitu saja meninggalkan celana dalam isteriku yang penuh dengan lubang bekas gigitan. Aku baru sadar dari ketersimaan, ketika terdengar suara isteriku menjerit jerit seperti orang menahan kesakitan. Bersamaan dengan itu, para tetangga menjadi terbangun dan mereka segera berhamburan menuju rumah kami.

Saat kulihat, isteriku pingsan. Namun yang membikin seram, pada bagian sekitar perutnya yang terbuka, tumbuh rambut-rambut aneh dan menjijikan dalam bentukjalinan berwujud ular-ular kecil sebesar kepala lidi yang kepalanya bergerak kian kemari. Pemandangan ini amat mirip seperti yang tadi kulihat di dekat sumur. Tak ayal lagi, para tetangga yang hadir tampak ketakutan. Seorang demi seorang. mereka kemudian mundur meninggalkan rumah kami. Yang bertahan, hanya dua lelaki tua, namun mereka tampak kebingungan

saat menyaksikan fenomena aneh sekaligus menyeramkan ini.  Sementara ular  ular rambut itu semakin banyak bermunculan, isteriku terus saja merintih-rintih kesakitan. Ngeri aku memandangnya, dan tak tahu harus berbuat apa. Sayup-sayup kudengan adzan Subuh. Anehnya, bersamaan dengan itu, ular-ular mini di perut isteriku pun-menghilang dengan meninggalkan guratan-guratan kemerahan seperti biiur. Perempuan yang sangat kucintai itu pun tertidur karena Ielah menahan sakit.
Ketika matahari menampakkan wajahnya di ufuk timijr, isteriku mulai tersadar. Namun. dia nampaknya seperti orang bodoh dan tidak bisa di ajak bicara. Seharian, perempuan yang bernama Boru Lubis ini hanya duduk termenung saja. Ketika kucoba menegurnya, dia hanya diam. Paling paling memandangku dengan sorot mata kosong. Entah apa yang terjadi dengannya?

Malam berikutnya, menjelang tengah malam, Boru Lubis kembali mengerang kesakitan sambil memegangi perutnya. Kucoba menenangkannya ketika kulihat ular-ular rambut itu muncul lagi dari dalam perutnya. Dengan keberanian yang kupaksakan, nekad aku mencabut ular-ular seekor demi seekor. isteriku menjerit menahan sakit, bersamaan dengan tercabutnya ular-ular itu dari perutnya. Tetapi. usaha yang nekad ini percuma saja. Aneh sekali! Begitu tercabut, maka, ular-ular itu muncul lagi seolah berurat-berakar di dalam perut isteriku. Tetangga yang datang hanya melongo, tanpa mampu berbuat apa-apa. Mereka hanya merasa prihatin.Penyakit yang dialami isteriku benar-benar aneh dan mengerikan. Datang pada malam telah larut, tapi segera menghilang ketika pagi tiba. Namun, pada siang hari isteriku tidak bisa diajak bicara barang sepatah pun. seperti orang bisu.

melihat keanehan ini , terbersit dalam benakku, tidak mustahil Ibu dari anak-anakku ini telah terkena guna-guna atau sihir. Untuk memastikan dugaan ini, aku segera melaporkan kasus ini ke ayah mertuaku di kota Sipirok. Ayah rupanya sependapat dengan diriku, bahwa anak perempuannya telah terserang ilmu gaib sejenis sihir. Beliau kemudian berusaha mendatangi orang pintar yang menguasai ilmu, bahkan hingga ke Tapanuli Utara. Namun, tidak seorangpun yang mampu menyembuhkan isteriku. Sementara itu, hampir sebulan, tiap malam Boru Lubis selalu mengerang kesakitan pada saat ular-ular itu bermunculan. Tubuhnya mulai kurus, karena sejak kejadian pertama, dia sudah tidak berselera makan dan minum. Sebagai upaya terakhir, maka, kuputuskan ” memboyongnya ke rumah sakit di kota Sipirok.

Dan hari itu aku sudah bersiap siap berangkat mencari kendaraan, ketika pintu rumahku terdengar diketuk seseorang dari luar Aku bergegas membukanya. Di ambang pintu kulihat berdiri seorang lelaki tua berwajah hitam legam mengenakan jubah putih yang kontras sekali dengan rona wajah dan kulitnya. Lelaki tua yang tidak kukenal ini, sesat mengumbar senyum sambil memperkenalkan dirinya. Dia mengaku seorang pengembara yang aslinya berasal dari daerah Benggali, india. ”Nama saya Mahipal Ranjit Singh!” Ujarnya sembari mengulurkantangan ke arahku untuk mengajak bersalaman. Dia juga mengatakan, bahwa dirinya merasa terpanggil singgah, karena mengetahui di rumah kami ada orang yang sedang sakit. ”Tahu dari mana kalau isteri saya sedang sakiLTuan?”Tanyaku sedikit curiga. Lelaki tua yang mengaku bernama Mahipal Ranjit Singh ini hanya mengulum senyum tanpa menjawab. Namun, sebagai tuan rumah yang baik, aku masih Ingin bersikap santun. Aku menyilahkannya masuk dan duduk di kursi tamu.

Setelah duduk. segera saja dia bercerita tentang berbagai penyakit yang disebabkan oleh sihir. Dia juga memastikan bahwa penyakit isteriku datang dari sihir ular rambut yang ganas.  Aku hanya heran, karena tamu ini belum melihat kondisi isteriku’yang masih terbaring lemah dalam kamar tidur, namun sepertinya sudah mengetahui bagaimana keadaannya.

“Boleh saya menjenguk si sakit?”Tanyanya dengan nada santun.”Kalau memungkinkan, saya ingin membantu kesembuhannya.”

Melihat aku mengangguk-angguk, dia langsung berdiri dan kuantar masuk ke kamar tidur kami. Hanya sebentar saja dia memerhatikan isteriku, kemudian mengajakku keluar kembali dan duduk di kursi tamu. ”Dugaan saya benar. Isterimu terkena sihir ular rambut yang ganas. Dan kalau tidak ditolong dengan cepat akan menyebabkan kematian.” tuturnya pula.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *